Home > Aqidah > Bagaimana Cara Mencintai Rasul?
Bagaimana Cara Mencintai Rasul?
Posted on Sabtu, 23 Mei 2009 by Unknown

Tanya: Assalamu'alaikum . Semoga antum bi khair . Dalam bentuk apakah rasa cinta yang kita tujukan kepada Rasul , karena belum sempurna iman seseorang bila tidak beliau yang lebih kita cintai ?Kedua , Bagaimanakah pengertian mengikuti sunnah yang sebenarnya ? sementara shalat jama'ah malas, apalagi yang lain , masihkah dikatakan mengikuti sunnah atau diakui sebagai ummat ? ( 0508153351 )
Jawab: Wa'alaikum salam . Amin .
1.Diantara cara mewujudkan kecintaan yang lebih kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah :
a. Mendahulukan ucapan beliau di atas ucapan siapapun , entah itu ucapan Abu Bakr , Umar , Utsman , Ali , Imam Abu Hanifah , Imam Syafi'I dan imam-imam yang lain , sampai ucapan kita sendiri , kalau itu memang menyelisihi ucapan beliau shallallahu 'alaihi wa sallam .
b. Menuntut ilmu dan sunnah beliau dan menerapkan sunnah-sunnah dan ajaran-ajaran beliau itu dalam diri sendiri .
c. Berusaha menolong sunnah beliau dengan harta dan jiwa kita , dengan cara menghidupkan dan mendakwahkannya kepada orang lain .
d. Tidak mengubah agamanya , dengan membuat atau melakukan ibadah-ibadah yang baru ( perbuatan bid'ah ) atau menguranginya , karena ini berarti dia menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh Rasulullah masih kurang sehingga perlu ditambah .
2. Sunnah dalam bahasa arab artinya jalan . Sunnah Nabi adalah jalan Nabi .Jadi pada hakekatnya sunnah Nabi adalah agama islam itu sendiri , bukan yang lain . Jadi mengikuti sunnah berarti mengikuti agama islam yang murni yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam , yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist , dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik .
3. Pengikut ( umat ) Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang bersyahadat dan melakukan rukun islam yang lain dan beriman dengan rukun iman yang enam , dan tidak mengamalkan perbuatan yang membatalkan keislamannya .
Adapun kekurangan dan kemalasan dalam melaksanakan amalan yang lain , maka tidaklah mengeluarkan dia dari islam . Dia tetap dinamakan umat Nabi Muhammad , akan tetapi dia umat yang kurang dalam mengikuti ajaran Nabinya .
Adapun sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :
فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
Artinya : Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk golonganku ( HR. Al-Bukhary Muslim )
Maka yang dimaksud dengan ( bukan termasuk golonganku ) adalah bukan termasuk orang yang mengikuti petunjukku . Jadi bukan berarti dia keluar dari islam . Tapi dia adalah umat islam yang kurang mengikuti petunjuk Nabi . Wallahu a'lam .
Category Article Aqidah
Mengenai Saya
Arsip Blog
-
▼
2009
(127)
-
▼
Mei
(14)
- Gempa Di Madinah, Sebuah Peringatan
- Pakaian Yang Dilarang Bagi Orang Ihram
- Hukum Mencuri Pandang
- Mengobati Sihir Dengan Sihir, Bolehkah?
- Hukum Sembelihan Yang Dihidangkan Untuk Acara Bid'ah
- Secarik E-mail dari sahabat : Sebagai Bahan Renung...
- Pengumuman: Tanya Jawab Langsung Lewat YM
- Bagaimana Tafsir Ayat Tentang Istiwa Allah dan Apa...
- Bagaimana Cara Taubat Dari Tato?
- DoaTerhindar Dari Kedhaliman Ketika Keluar Rumah d...
- Bagaimana Cara Mencintai Rasul?
- Doa Untuk Orang Yang Mau Pergi dan Orang Yang Mau ...
- Adab Bertanya
- Urgensi Bertanya
-
▼
Mei
(14)